Remahan.com

Diduga Masalah Warisan, Paman Bacok Keponakannya

REMAHAN.com - Seorang paman nekat membacok keponakannya dengan pedang di Banjar Denkayu Baleran, Mengwi, Badung, pada Selasa 21 April 2020.

Pelaku berinisial RW (45) membacok KAS (18) diduga karena dipicu masalah warisan.

“Ayah korban sudah meninggal. Pelaku sudah ditangkap dan ditahan di Polsek Mengwi,” kata Kasubbag Humas Polres Badung Iptu Ketut Gede Oka Bawa, Rabu (22/4/2020)

Menurut Iptu Oka, pada Selasa pukul 21.00 Wita, kakak korban, YG (25) selesai sembahyang dan korban masih mandi. Saat itu YG dipanggil pelaku dengan nada marah, namun tak dihiraukan.

Baca: Ini Pesan Khusus Sekdako M Jamil pada Kadisdik Pekanbaru

Hal itu membuat pelaku semakin marah dan emosi. Pelaku masuk ke kamarnya dan mengambil sebilah pedang. Karena takut, YG lari ke belakang dan sembunyi di rumah tetangga. YG meminta bantuan ke tetangganya.

Pada saat bersamaan, korban keluar dari kamar mandi dan dilihat pelaku. Sempat terjadi adu mulut antara korban dengan pelaku.

Pelaku yang marah dan tersinggung langsung menyerang korban. Pelaku menusuk perut kanan korban satu kali. Selain itu, pelaku menebas punggung korban sebanyak dua kali.

“Korban berteriak minta tolong. Mendengar teriakan adiknya, saksi (YG-red) masuk ke rumahnya. Dia melihat korban sudah dibonceng dengan sepeda motor dibawa ke rumah sakit. Sedangkan YG melaporkan kejadian ini ke Polsek Mengwi,” ujarnya.

Baca: Razia Prokes di Pekanbaru Masih Berlanjut, Ini Penjelasan Kasatpol PP

Korban mengalami luka tusuk di perut bagian kanan selebar 8 sentimeter dan dua luka tebas di punggung dengan panjang 10 sentimeter.

“Kondisi korban dalam keadaan sadar dan dirujuk ke RSUP Sanglah,” kata Oka yang dimuat Okezone.com.

Setelah menerima laporan kasus ini, Tim Opsnal Polsek Mengwi dipimpin Kanit Reskrim Iptu Ketut Wiwin Wirahadi, didampingi Panit Iptu I Made Mangku Buciana, melakukan penyelidikan. Polisi lalu menangkap pelaku dan dibawa ke polsek.

“Saat diperiksa, pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan korban. Bahwa motif pelaku melakukan penganiayaan terhadap korban yaitu karena ada ketidakcocokan terhadap keluarga korban sejak lama. Soal warisan,” ujarnya. Rm

347 0

Artikel Terkait

Ada 155 Peritiwa Kebakaran yang Ditangani DPKP Pekanbaru, dari Bangunan Hingga Karhutla
Ada 155 Peritiwa Kebakaran yang Ditangani DPKP Pekanbaru, dari Bangunan Hingga Karhutla

Peristiwa

Ada 155 Peritiwa Kebakaran yang Ditangani DPKP Pekanbaru, dari Bangunan Hingga Karhutla

Peran Satgas Covid-19 Pekanbaru akan Diperkuat
Peran Satgas Covid-19 Pekanbaru akan Diperkuat

Peristiwa

Peran Satgas Covid-19 Pekanbaru akan Diperkuat

Perwako PHB, Wawako Ayat Tekankan Aktivitas Normal Namun Patuhi Prokes
Perwako PHB, Wawako Ayat Tekankan Aktivitas Normal Namun Patuhi Prokes

Peristiwa

Perwako PHB, Wawako Ayat Tekankan Aktivitas Normal Namun Patuhi Prokes

Artikel Lainnya

Libur Akhir Tahun Ada Pos Penjagaan Masuk Kota, Ini Penjelasan Sekdako Pekanbaru
Libur Akhir Tahun Ada Pos Penjagaan Masuk Kota, Ini Penjelasan Sekdako Pekanbaru

Peristiwa

Libur Akhir Tahun Ada Pos Penjagaan Masuk Kota, Ini Penjelasan Sekdako Pekanbaru

Ini Tugas Prioritas Wako Firdaus Bagi Sekdako M Jamil Usai Dilantik
Ini Tugas Prioritas Wako Firdaus Bagi Sekdako M Jamil Usai Dilantik

Peristiwa

Ini Tugas Prioritas Wako Firdaus Bagi Sekdako M Jamil Usai Dilantik

Kadis PUPR Sebut Masterplan Penanganan Banjir Pekanbaru Rampung
Kadis PUPR Sebut Masterplan Penanganan Banjir Pekanbaru Rampung

Peristiwa

Kadis PUPR Sebut Masterplan Penanganan Banjir Pekanbaru Rampung

Komentar