Remahan.com

Media Massa Disebut Musuh Besar Penanganan Corona Oleh Ketua Tim Pakar Satgas

REMAHAN.com - Ada tiga musuh besar yang sempat terlihat di awal penanganan wabah virus corona di tanah air, yakni virusnya itu sendiri serta ego sektoral dan media massa. Hal semacam ini terjadi hampir di banyak negara yang mengalami wabah ini.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Prof Wiku B. Adisasmito seperti dikabarkan Detik.com belum lama ini.

"Egosektor jangan diartikan sebagai ego individual atau dalam artian di pemerintahan baik pusat maupun daerah. Tapi juga semua pihak yang terlibat dalam penanganan wabah ini, termasuk di kalangan para pakar medis, kesehatan masyarakat, serta pakar lintas keilmuan lainnya," papar doktor kebijakan kesehatan lingkungan lulusan Universitas Colorado itu.

Beruntung kata dia pemerintah segera membentuk Satgas Percepatan Penanganan Wabah Corona pada 14 Maret lalu. Hasilnya, kata Wiku, ego sektoral yang terjadi mulai lumer meski belum sepenuhnya solid. Ia mencontohkan, untuk memutuskan apakah data pasien covid-19 perlu dibuka ke publik saja perdebatannya berlangsung alot. Sebab antara dokter yang menangani pasien dengan ahli kesehatan masyarakat punya sudut pandang berbeda.

Saat ini sudah terbentuk kesadaran bahwa di tengah keterbatasan yang ada, kerja sama lintas disiplin ilmu itu mutlak diperlukan. "Dalam menghadapi wabah pandemik, harus dengan pendekatan One Health yang mengintegrasikan berbagai sektor untuk bekerja bersama-sama," ujarnya.

Baca: Pihak Kemenko Perekonomian Bantah Ruangguru Dapat Proyek Rp 5,6 Triliun

Khusus media masuk kategori musuh besar bukan cuma karena sering salah kutip atau membuat judul berita yang bombastis atau clickbait. Menurut Wiku, media biasa ingin tahu banyak tentang sebuah isu. Hanya saja terkadang dalam memberitakan isu pandemik corona ini karena kurang memahami persoalan lalu mencari narasumber pakar yang berbeda-beda disiplin ilmu dan kapasitasnya sehingga membingungkan masyarakat.

Dia menyarankan agar media berkonsolidasi untuk melihat apa sebetulnya yang perlu diketahui masyarakat. Wiku mencontohkan, media dapat berperan dalam memberikan pemahaman kepada publik agar tidak memberikan stigma negatif terhadap warga yang terpapar virus corona atau positif mengidap Covid-19.

Di tengah berbagai persoalan tersebut, Wiku optimistis wabah corona ini dapat diatasi asal segenap komponen masyarakat bersatu padu. Ia juga menekankan pentingnya kampanye kesehatan masyarakat dengan melibatkan media.

"Jangan membiarkan semuanya dengan pendekatan medis-klinis. Dokter spesialis di rumah sakit gak akan mampu menangani ledakan (pasien) kalau tidak dilakukan pendekatan kesehatan masyarakat. Ini akan mengurangi beban dan menjaga keselamatan petugas kesehatan itu sendiri," tegas Wiku. Rm

101 0

Artikel Terkait

Nelayan Rohil Bakar Kapal Tangkap Ikan dari Sumut
Nelayan Rohil Bakar Kapal Tangkap Ikan dari Sumut

Peristiwa

Nelayan Rohil Bakar Kapal Tangkap Ikan dari Sumut

Diduga Masalah Warisan, Paman Bacok Keponakannya
Diduga Masalah Warisan, Paman Bacok Keponakannya

Peristiwa

Diduga Masalah Warisan, Paman Bacok Keponakannya

Pesta di Tengah Karantina Wilayah, Tersangka: Kami Pelopor Anti-Lockdown
Pesta di Tengah Karantina Wilayah, Tersangka: Kami Pelopor Anti-Lockdown

Peristiwa

Pesta di Tengah Karantina Wilayah, Tersangka: Kami Pelopor Anti-Lockdown

Artikel Lainnya

Tenaga Medis Satu Keluarga Dibacok
Tenaga Medis Satu Keluarga Dibacok

Peristiwa

Tenaga Medis Satu Keluarga Dibacok

Bandar Narkoba Pemilik Harta Triliunan Rupiah Dituntut Hukuman Mati
Bandar Narkoba Pemilik Harta Triliunan Rupiah Dituntut Hukuman Mati

Peristiwa

Bandar Narkoba Pemilik Harta Triliunan Rupiah Dituntut Hukuman Mati

ASN Dilarang Mudik, Bagi Pelanggar Diberi Sanksi
ASN Dilarang Mudik, Bagi Pelanggar Diberi Sanksi

Peristiwa

ASN Dilarang Mudik, Bagi Pelanggar Diberi Sanksi

Komentar