Remahan.com

Berikut Penjelasan BPOM Terkait Dugaan Nata de Coco Mengandung Plastik

REMAHAN.com - Sekitar pekan lalu beredar informasi di media sosial tentang nata de coco mengandung plastik. Informasi itu bahkan disertai video yang berjumlah tidak hanya satu.

Rata-rata menunjukkan seseorang memencet potongan nata de coco hingga pipih, seperti membentuk lembaran plastik tipis. Salah satu yang menyebar video itu adalah pemilik akun Facebook Yance Bria.

"Tonton sampai habis, info bahaya sari kelapa dalam kemasan NATA DE COCO yang mengandung PLASTIK," tulis akun itu pada 6 Desember 2019.

Di YouTube, rekaman orang menekan nata de coco dengan klaim pembenaran produk tersebut terbuat dari plastik. Ada juga video yang memperlihatkan nata de coco mengandung plastik dan bisa dibakar.

Melihat video yang beredar, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh lndonesia (GAPMMII) seperti dimuat Liputan6.com menggelar konferensi pers untuk menegaskan, deretan rekam gambar tersebut mengandung informasi yang salah.

Baca: Bupati Pelalawan HM Harris Salurkan BLT Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Dalam kesempatan itu, pihak Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) pun memberi klarifikasi. Dengan tegas BPOM menyatakan, video yang beredar adalah hoaks. Menurut Direktur Pengawasan Pangan Olahan Resiko Rendah dan Sedang BPOM RI, Ema Setyawati, nata de coco termasuk jenis pangan.

"Nata de coco ini coconut karena nata yang lain itu ada, lho. Nata de pine itu dari nanas. Karena ini nata de coco ini minuman asalnya dari kelapa. Itu nata de coco adalah betul-betul makanan, bukan plastik," terang Ema, dalam konferensi pers dan diskusi Kebaikan Nata De Coco Kelapa Indonesia di Harris Hotel FX Senayan, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

Ema menambahkan, produk nata de coco masuk dalam kategori pangan. Kategorinya adalah semua bahan berasal dari buah, bisa meliputi bubur buah, santan kelapa, dan lainnya, termasuk makanan pencuci mulut berbahan air.

Sebagai lembaga negara, BPOM telah melakukan pengawasan dari semua aspek, yaitu regulasi, evaluasi pre-market, pengawasan post market, seperti iklan atau promosi, penyelidikan, pemberian KIE, public warning, dan law enforcement. Rm

81 0

Artikel Terkait

Bupati HM Harris Panen Raya Serta Serahkan BLT-DD Bersama Ketua DPRD dan Kepala OPD
Bupati HM Harris Panen Raya Serta Serahkan BLT-DD Bersama Ketua DPRD dan Kepala OPD

Peristiwa

Bupati HM Harris Panen Raya Serta Serahkan BLT-DD Bersama Ketua DPRD dan Kepala OPD

Pihak Kemenko Perekonomian Bantah Ruangguru Dapat Proyek Rp 5,6 Triliun
Pihak Kemenko Perekonomian Bantah Ruangguru Dapat Proyek Rp 5,6 Triliun

Peristiwa

Pihak Kemenko Perekonomian Bantah Ruangguru Dapat Proyek Rp 5,6 Triliun

Nelayan Rohil Bakar Kapal Tangkap Ikan dari Sumut
Nelayan Rohil Bakar Kapal Tangkap Ikan dari Sumut

Peristiwa

Nelayan Rohil Bakar Kapal Tangkap Ikan dari Sumut

Artikel Lainnya

Diduga Masalah Warisan, Paman Bacok Keponakannya
Diduga Masalah Warisan, Paman Bacok Keponakannya

Peristiwa

Diduga Masalah Warisan, Paman Bacok Keponakannya

Pesta di Tengah Karantina Wilayah, Tersangka: Kami Pelopor Anti-Lockdown
Pesta di Tengah Karantina Wilayah, Tersangka: Kami Pelopor Anti-Lockdown

Peristiwa

Pesta di Tengah Karantina Wilayah, Tersangka: Kami Pelopor Anti-Lockdown

Tenaga Medis Satu Keluarga Dibacok
Tenaga Medis Satu Keluarga Dibacok

Peristiwa

Tenaga Medis Satu Keluarga Dibacok

Komentar