Remahan.com

Nyamar seperti Dosen, Pria Ini Tilap Laptop dan iPad di UGM

REMAHAN.com - Pernah mendekam di penjara karena kasus pencurian laptop di kampus, tidak membuat AY (60), warga Solo, kapok. Setelah keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Surabaya, Mei 2019 lalu, dia kembali ditangkap Polsek Bulaksumur, Sleman karena kasus yang sama. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, AY sekarang meringkuk lagi di sel tahanan Mapolsek Bulaksumur.

Kapolsek Bulaksumur, Kompol Sugiarto seperti dimuat Sindo.com mengatakan, kasus ini terungkap berawal dari laporan Ardhian Rahma (30), warga Kotagede, Yogyakarta yang kehilangan dua laptop dan iPad di kampus UGM, Jumat (20/12/2019). Barang-barang itu raib saat ditinggal di ruang UGD FK UGM untuk salat.

Petugas menindaklanjuti laporan itu dengan melakukan penyelidikan. Di antaranya meminta keterangan pelapor dan mengumpulkan data pendukung yang berhubungan dengan kejadian itu. Berbekal data yang dikumpulkan, petugas berhasil mengindentifikasi pelaku dan selang satu jam, petugas menangkapnya di pusat perbelanjaan di Yogyakarta.

"Petugas juga mengamankan dua laptop dan iPad hasil curian di kampus UGM sebagai barang bukti," kata Sugiarto, Senin (23/12/2019).

Baca: Bupati Pelalawan HM Harris Salurkan BLT Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Sugiarto menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, AY telah dua kali melakukan pencurian di kampus UGM. Sasarannya barang elektronik yang ditinggal pemiliknya. Dalam menjalankan aksinya, AY selalu berpakaian rapi seperti dosen untuk mengelabuhi petugas keamanan dan dilakukan setiap Jumat, yaitu saat mahasiswa salat Jumat.

"Kesempatan itu dimanfaatkan masuk ke ruang belajar dan mengambil barang-barang di dalamnya. Setelah mendapatkan laptop dan iPad yang dicuri kemudian di flash ke tempat elektronik setelah itu dijual pada penadah di Surabaya, Jawa Timur," katanya.

AY dijerat Pasal 362 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

AY kepada petugas mengaku nekat mencuri karena terdesak ekonomi. Sebab sebagai pedagang kopi dan roti di Solo hasilnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. "Hasil pencurian untuk kebutuhan sehari-hari, setiap hari saya jualan kopi dan roti di Solo," katanya. Rm

137 0

Artikel Terkait

Bupati HM Harris Panen Raya Serta Serahkan BLT-DD Bersama Ketua DPRD dan Kepala OPD
Bupati HM Harris Panen Raya Serta Serahkan BLT-DD Bersama Ketua DPRD dan Kepala OPD

Peristiwa

Bupati HM Harris Panen Raya Serta Serahkan BLT-DD Bersama Ketua DPRD dan Kepala OPD

Pihak Kemenko Perekonomian Bantah Ruangguru Dapat Proyek Rp 5,6 Triliun
Pihak Kemenko Perekonomian Bantah Ruangguru Dapat Proyek Rp 5,6 Triliun

Peristiwa

Pihak Kemenko Perekonomian Bantah Ruangguru Dapat Proyek Rp 5,6 Triliun

Nelayan Rohil Bakar Kapal Tangkap Ikan dari Sumut
Nelayan Rohil Bakar Kapal Tangkap Ikan dari Sumut

Peristiwa

Nelayan Rohil Bakar Kapal Tangkap Ikan dari Sumut

Artikel Lainnya

Diduga Masalah Warisan, Paman Bacok Keponakannya
Diduga Masalah Warisan, Paman Bacok Keponakannya

Peristiwa

Diduga Masalah Warisan, Paman Bacok Keponakannya

Pesta di Tengah Karantina Wilayah, Tersangka: Kami Pelopor Anti-Lockdown
Pesta di Tengah Karantina Wilayah, Tersangka: Kami Pelopor Anti-Lockdown

Peristiwa

Pesta di Tengah Karantina Wilayah, Tersangka: Kami Pelopor Anti-Lockdown

Tenaga Medis Satu Keluarga Dibacok
Tenaga Medis Satu Keluarga Dibacok

Peristiwa

Tenaga Medis Satu Keluarga Dibacok

Komentar