Remahan.com

Tersangka Pelaku Utama Pembunuhan Mahasiswi Universitas Bengkulu Tewas

REMAHAN.com - Tersangka pelaku utama pembunuhan mahasiswi Universitas Bengkulu (Unib), Pardi (29), meninggal dunia setelah sempat beberapa hari menjalani perawatan secara intensif di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara, Kota Bengkulu, akibat luka parah yang dideritanya setelah berupaya melakukan bunuh diri.

Kasat Reskrim, AKP Indramawan, di Bengkulu, Ahad (22/12/2019) seperti dikabarkan Beritasatu.com membenarkan tersangka pelaku utama pembunuhan mahasiswi semester 5 Fakultas Ekonomi, Unib, Wina Mardiani meninggal dunia, setelah tidak sadarkan diri sejak masuk ke RS Bharangkara pada Kamis (19/12/2019).

"Tersangka Pardi sudah maksimal berikan perawatan oleh petugas medis RS Bhayangkara, tapi nyawanya tidak bisa diselamatkan, dan pelaku pembunuhan mahasiswi Unib ini, meninggal dunia pada Sabtu (21/12) sekitar pukul 21.30 WIB," ujarnya.

Sesuai prosedur yang berlaku jenazah Pardi diserahkan ke pihak keluarga untuk dilakukan dimakamkan di daerah asalnya di Desa Tanjung Alam, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Baca: Ini Pesan Khusus Sekdako M Jamil pada Kadisdik Pekanbaru

Ia mengatakan, dengan meninggalnya pelaku utama pembunuhan mahasiswi Unib tersebut, menyebabkan pihak penyidik Polres Bengkulu, kesulitan untuk mengungkap motif pembunuhan sebenarnya dan pelaku lainnya.

Sebab, penyidik tidak bisa menggali keterangan secara mendalam dari tersangka utama pelaku pembunuhan mahasiswi Unib asal Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko tersebut, guna mengusut kasus ini secara tuntas.

"Sesuai prosedur dan aturan yang berlaku kasus ini akan kita tutup karena penyidik tidak bisa mendalami kasus ini guna mengusut perkara ini secara tuntas dan mengungkap pelaku lainnya," ujar Kasat Reskrim Polres Bengkulu.

Seperti diketahui tersangka Pardi sejak dirawat di RS Bhayangkara, Kota Bengkulu, pada Jumat (20/12/2019), tidak sadarkan diri hingga dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu (21/12/2019) malam, akibat luka dibagian perut dan leher yang diderita sangat parah.

Baca: Razia Prokes di Pekanbaru Masih Berlanjut, Ini Penjelasan Kasatpol PP

Tersangka sebelum ditangkap anggota Polres Bengkulu, di tempat persembunyiannya di Desa Tanjung Alam, Kecamatan Lintang Kanan, Kabupaten Empat Lawang, Sumsel melakukan upaya bunuh diri dengan menusuk perutnya dengan pisau dan menggantung diri dengan tali.

Namun, upaya bunuh diri tersangka Pardi berhasil karena diketahui keluarga, tapi tersangka sempat mengalami luka serius di bagian perut dan leher. Akibat luka tersebut korban tidak sadarkan diri.

Tersangka sebelum dibawa petugas ke Bengkulu, sempat menjalani perawatan beberapa jam di RS Tebing, Kabupaten Empat Lawang, Sumsel, dan setelah sampai di Bengkulu, pada Jumat (20/12) langsung menjalani perawatan secara intensif di RS Bhayangkara setempat.

Namun, setelah beberapa hari dirawat di RS Bhayangkara, Kota Bengkulu, penjaga indekos Reza tempat korban Wina Mardiani menetap, pada Sabtu (21/12) malam dinyatakan dokter meninggal karena jantungnya tidak bergerak lagi.

Baca: Ada 155 Peritiwa Kebakaran yang Ditangani DPKP Pekanbaru, dari Bangunan Hingga Karhutla

Kasus pembunuhan mahasiswa Unib yang sempat menggemparkan masyarakat Bengkulu ini, terungkap setelah mayat korban ditemukan tewas oleh masyarakat dan keluarga Wina terkubur di belakang rumah indekos yang ditempati mahasiswi tersebut.

Dari olah TKP dan hasil pemeriksaan terhadap 18 orang tersangka, dalam kasus pembunuhan tersebut, penyidik Polres Bengkulu, telah menetapkan 2 orang tersangka, yakni WL dan Pardi sebagai penjaga indekos tersebut.

Sedangkan dua orang lain yang sempat diperiksa secara intensif oleh penyidik Polres Bengkulu, yakni Y teman WL dan MO istri Pardi, tidak ditetapkan sebagai tersangka dan hanya dikenakan wajib lapor saja. Sebab, penyidik ada alat bukti kuat untuk menetapkan mereka sebagai tersangka.

Dengan demikian, dalam kasus pembunuhan ini penyidik Polres Bengkulu, hanya berhasil menetapkan 2 orang tersangka, yakni WL dan Pardi. Namun, pelaku utama dalam kasus ini telah meninggal dunia, sehingga polisi akan menutup perkara ini karena tidak bisa mendalaminya lagi. Rm

120 0

Artikel Terkait

Peran Satgas Covid-19 Pekanbaru akan Diperkuat
Peran Satgas Covid-19 Pekanbaru akan Diperkuat

Peristiwa

Peran Satgas Covid-19 Pekanbaru akan Diperkuat

Perwako PHB, Wawako Ayat Tekankan Aktivitas Normal Namun Patuhi Prokes
Perwako PHB, Wawako Ayat Tekankan Aktivitas Normal Namun Patuhi Prokes

Peristiwa

Perwako PHB, Wawako Ayat Tekankan Aktivitas Normal Namun Patuhi Prokes

Libur Akhir Tahun Ada Pos Penjagaan Masuk Kota, Ini Penjelasan Sekdako Pekanbaru
Libur Akhir Tahun Ada Pos Penjagaan Masuk Kota, Ini Penjelasan Sekdako Pekanbaru

Peristiwa

Libur Akhir Tahun Ada Pos Penjagaan Masuk Kota, Ini Penjelasan Sekdako Pekanbaru

Artikel Lainnya

Ini Tugas Prioritas Wako Firdaus Bagi Sekdako M Jamil Usai Dilantik
Ini Tugas Prioritas Wako Firdaus Bagi Sekdako M Jamil Usai Dilantik

Peristiwa

Ini Tugas Prioritas Wako Firdaus Bagi Sekdako M Jamil Usai Dilantik

Kadis PUPR Sebut Masterplan Penanganan Banjir Pekanbaru Rampung
Kadis PUPR Sebut Masterplan Penanganan Banjir Pekanbaru Rampung

Peristiwa

Kadis PUPR Sebut Masterplan Penanganan Banjir Pekanbaru Rampung

Razia Prokes di Pekanbaru Sasar Pengguna Jalan
Razia Prokes di Pekanbaru Sasar Pengguna Jalan

Peristiwa

Razia Prokes di Pekanbaru Sasar Pengguna Jalan

Komentar